Jumat, 13 November 2020

Daily Note

Kepalaku kalau malam hari suka banyak mikir.
Kenapa ya aku udah mau 20 tahun tapi masih aja makan mie instan pake nasi? Padahal kan bisa bikin perut buncit.
Kenapa ya aku masih jomblo? Padahal kan banyak yang naksir aku tapi aku nya gak naksir mereka.

Kapan ya aku bisa ngendarain motor gigi ? Suka malu sama anak kecil yang malah udah jago ngebut2an di komplek rumahku.
Kok bisa cewe cewe pada cantik sedangkan aku manis. Kalau gak setuju aku manis ya sudah ini pendapatku karena orang lain tidak bilang aku manis maka setidaknya aku yang mengatakan bahwa aku manis.
Sampai sekarang aku masih bingung kenapa aku suka bingung.

Ah repot banget kata dia ( dia = kata hatiku ) kenapa aku nulis ini tapi pikiranku bilang " bodo amat " .
Random sekali, apapun yang aku pikirkan tetap saja akan terus aku pikirkan sampai aku tertidur dan bermimpi. Besoknya aku terbangun alhamdulillah aku masih di beri nafas. Setelah sholat shubuh biasanya aku keluar dan melihat langit yang masih gelap . Masih ada kelap kelip cahaya. Benda langit. Aku tidak begitu mengerti ilmu astronomi. Walaupun begitu aku tahu, benda langit yang ku lihat itu hanyalah masa lalu. Ia memancarkan sinarnya dari jarak 2 juta tahun lalu. Bayangkan. Sangat jauh kan. Maka itulah tadi bahwa itu adalah ilusi cahaya.

" lemparan batu batu dari orang lain ke kita jadikanlah batu itu sebagai bahan untuk membangun sebuah bangunan yang tinggi, kalau di biarin kan mubazir kita yang repot ntar "

Kamis, 12 November 2020

Daily note



Kesepian jenis apa yang menyenangkan?

Aku coba gali apa akar dari perasaan kesepian ini, mengapa aku bilang kesepian gak ada yang menyenangkan ?  
Di antara pertemanan yang ada aku hanyalah pemeran pendukung. Kalau kamu tanya pacarku mana? 
Jelas dari awal tidak akan menulis ini. Doain aku yah segera punya pacar yang bakal jadi suami aku hehe.
 
Terkadang aku malu untuk cerita tentang apa yang ku rasakan ke orang tuaku.  
Di kamarku yang sejuk dan nyaman dengan kipas angin yang tidak pernah ku matikan setiap hari .
Dengan perasaan yang hampa ini.
Semoga aku tidak selalu berlarut-larut dalam kehampaan. It's called feeling a blue.
Khawatir akan membawa keadaan mental yang tidak baik.
Ku putuskan aku akan belajar menuangkan perasaan ke dalam tulisan. Meskipun aku bukan orang yang pandai merangkai kata-kata.
Maka dari itu aku juga bisa belajar mendengarkan kata hatiku dan menulisnya dengan sejujur-jujurnya.

Rabu, 11 November 2020

Aku ingin menjadi orang yang selalu mengikuti kata hati . 
Bisa melakukan apapun yang aku inginkan. 
Sering kali aku merasa seperti bahwa aku bertindak seperti di kendalikan oleh pikiran yang sebenarnya tidak mengikuti kata hati .
Aku tidak bebas oleh diriku sendiri. 
Aku tidak berbicara bahwa aku tidak menjadi diriku sendiri tetapi ini tentang follow your heart. 
Tidak mudah ketika berada di titik hidup mengapa aku baru tahu atau sadar sekarang. Bila aku menengok ke belakang dan kehidupan benar - benar berubah. 
Aku menyesali beberapa hal . 12.27 AM / 12 November 2020 .

Selasa, 03 November 2020

HIGH SCHOOL

   Masa SMA selalu menjadi kenangan terindah semasa hidupku. Aku rindu teman teman SMA ku. 3 tahun ku di SMA sangat menyenangkan tidak ada masa yang paling menyenangkan selain masa SMA. Aku ingat pada saat MOS ( Masa Orientasi Sekolah ) atau pengenalan sekolah. Nah, waktu itu kan banyak tuh kakak-kakak kelas yang jadi panitia MOS. Aku ingat pada hari ketiga MOS , kita di minta bawa cokelat dan surat untuk di kasih ke kakak panitia yang menurut kita paling berkesan dan isi suratnya kenapa kita milih kakak itu. Aku kasih ke kakak cowok namanya Adi ( nama samaran ). Sebenarnya dia orang pertama yang aku perhatiin sejak hari pertama MOS hahaa namanya juga kan masih polos aku kasih coklat dan surat ke dia karena aku naksir. 
  Sampai sekarang teman-teman SMA ku gak pernah tau kalau aku pernah naksir ke kakak Panitia MOS . Hehe semoga mereka gak baca ini. Punya sahabat, Syifa, Riujin, Clara, Pina dan Reiya, mereka semua yang paling akrab denganku. Setiap ke kantin selalu pergi berenam. Aku masih ingat tempat duduk kami. Syifa dan Riujin duduk di paling belakang pojok, aku dengan Pina dan Putri dengan Clara di depanku. Bersyukur sekali pada saat itu bahwa aku punya mereka yang sangat baik dan menyenangkan. 
  Tahun pertama aku di SMA aku pernah berpartisipasi dalam lomba classmeeting, seingatku biasanya classmeeting di adakan setelah ujian Akhir semester. Kemeriahan dan semangat anak anak pada saat berlangsungnya lomba sangat aku rindukan. Apalagi suara supporter dari berbagai kelas yang terdengar sangat antusias. Futsal putri kalo udah action pasti paling heboh bahkan teriak sampe sepatu ku terbang waktu aku ikutan main.
   Mata pelajaran PKN, kita di suruh bawa buku saku pancasila oleh Ibu Mifa, sekarang Ibu Mifa sudah almarhum di karenakan sakit. Saat itu banyak yang belum membawa sehingga pada ramai-ramai meminjam ke kelas sebelah. Lucu juga sih kalau di ingat padahal sudah di beri tahu di minggu sebelumnya tiap orang wajib membawa masing-masing buku saku pancasila. 
   Kenang-kenangan dengan Ibu Mifa yang ku ingat ialah ketika malam tahun baru. Kita satu kelas sudah janji akan ngadain bakar-bakar di sekolah ( kalau tidak salah ) karena aku sudah lupa. Namun pada malam itu tidak ada yang datang lalu ketika beberapa hari kemudian pada mata pelajaran PKN ternyata Ibu Mifa datang. Kaget ternyata siswa gak ada yang datang kan katanya janji mau bakar-bakar. 
  Waktu kelas 1 SMA aku belum boleh bawa motor sendiri karena belum berani mengendarainya di jalan raya. Aku yakin aku bukan satu-satunya yang pernah ngalamin ini bahwa aku pernah menunggu jemputan hingga sore hari. Saat itu handphone ku sudah lowbat bahkan uang saku pun sudah habis. Hingga pak Satpam ingin mengantarku pulang tapi aku tetap kekeh gak mau karena aku yakin bakalan di jemput. Guru, siswa dan pak satpam sudah pada pulang. Lalu sekolah sepi sampai pukul 3 ada beberapa siswa mulai ramai lagi kerena ada kegiatan ekstrakulikuler. 
   Aku berdiri di bawah pohon mangga hingga jam 4 sore. Rasanya ingin nangis akhirnya aku memutuskan pulang jalan kaki. Sesampainya di halte depan SMP 2 aku berhenti sejenak untuk istirahat. Lumayan jauh jarak rumah ke sekolah sekitar 5 kilo. Gak di sangka aku melihat bapakku dari jauh. Sekitar tahun 2015 adalah tahun pertamaku masuk SMA. Waktu berlalu sangat cepat, seperti baru kemarin aku SMA sekarang sudah kuliah. Di blog ini inshaallah aku akan nulis tentang masa masa SMA ku. Untuk nama dan tempat lokasi yang bersangkutan dengan masa-masa SMAku, lebih baik aku tidak perlu sebutkan.