Namaku Naadhira
Indri , aku tinggal di sebuah kota yang
terkenal dengan hutannya yang sangat banyak dan alami. Aku bukan orang yang pandai
membuat karya tulis. Tapi hari ini aku memutuskan untuk menulis kisah masa
mudaku di SMP. Awalnya aku ragu tapi gak papa lah sekaligus aku belajar menulis
dengan menceritakan kembali masa lalu hidupku.
Aku berusaha sebisa mungkin untuk mengingatnya.
Juli 2012. umurku
11 tahun. Ini adalah tahun pertama ku masuk SMP, Aku tidak sabar dengan
kehidupan baruku di SMP karena akan bertemu orang orang baru.
Sampai di hari
pertamaku masuk sekolah. Aku merasa sangat canggung dan sedikit cemas. Aku
takut tidak punya teman tapi semua itu hanya perasaanku saja yang terlalu
berlebihan. Beberapa hari kemudian aku berkenalan dengan teman sebangku ku namanya
Elina. Aku memanggilnya El, dia orang yang sangat ceria dan baik. Bisa di
bilang kalau aku dengan Elina itu cocok atau yang sering di sebut teman satu frekuensi hehe .
Beberapa hari
kemudian hari hariku semakin berwarna. Aku sudah mulai mengenal teman teman
sekelasku. Namun, aku tidak pernah berpikir hal ini sebelumnya bahwa di smp
akan terjadi hal yang sama apa yang ku alami pada saat aku SD. Jadi, waktu SD aku sering di bully teman
temanku karena aku pendiam, penakut, penampilanku yang tidak rapi dan mataku
sering kena bintitan. Hmm. Teman teman SD ku selalu mengira bahwa bintitan di
sebabkan karena sering mengintip orang mandi.
Pokoknya saat SD aku sering kena bully, di jauhi, uang aku sering di
ambil teman2 dan di kerjain juga. Tentu saja aku gak mau hal ini terjadi lagi
di SMP. Bila ada waktu nanti aku ingin menulis juga kenangan ku waktu SD yang masih ku ingat.
Di kelasku ada
seorang cewek namanya Lila, dia itu sering di ejek teman2 terutama anak cowok
di kelas yang paling sering membulynya
ialah Evans. Evans itu aku perhatikan dia suka membuat onar di kelas seperti
mengajak anak anak lagi di kelas untuk membully Lila juga. Aku agak sedih
liatnya dan kadang pengen membela namun takut kalau aku akan ikut di bully juga
. aku gak tau apa mungkin ini trauma atau aku hanya tidak ingin ikut campur dan
masuk ke dalam masalah. Entahlah pada saat itu aku benar-benar merasa bimbang.
Aku sering liat Lila di tendang, di dorong sampe jatuh, mejanya di tarik, dan
ketika dia hendak duduk kursinya juga di tarik. Miris sekali , rasa kepeduliaan
antar teman sekelas memang sangat kurang termasuk aku juga. Aku minta maaf. mungkin
bila ada yang memulai yang pertama untuk membela Lila aku juga akan ikut
membelanya.
“ Ra, aku gak
tahan kalau aku jadi dia, mungkin aku dah ngadu sama mama aku bahkan aku mau
pindah sekolah saja “ Kata Elina sambil makan gorengan dan liat Lila lagi di bully
sama si evans dan teman2nya di depan papan tulis. Pada saat itu aku berkata
dalam hati bahwa aku sangat ingin memberitahu Elina tentang aku saat SD
bagaimana aku di bully juga waktu itu.
“ Iya, siapapun
pasti merasa sangat tidak nyaman bila di bully, aku mungkin begitu juga gak
bakalan sanggup tiap hari di bully “ aku menjawab dengan santai padahal
perasaanku sangat tidak karuan.
Aku heran sama
Lila, meskipun dia sering mendapat perlakuan jahat dari Evans dan teman-temannya di kelas tapi dia masih
terlihat baik-baik saja. Lila masih
terlihat ceria , tidak pernah sedikitpun aku melihatnya menangis. Kadang-kadang
aku melihat Lila seperti menganggap itu candaan. Beda dengan aku yang cengeng
suka ngadu sama mama dan ayah dirumah. Aku tahu, setiap orang berbeda-beda
dalam cara dia menghadapi suatu hal seperti bullyan. Namun kita tidak pernah
tau bagaimana Lila ketika dia sendiri, mungkin saja dia hancur dan berusaha
terlihat baik-baik saja di depan semua orang.
Ya sudahlah,
itulah kisah singkat tentangku ketika Kelas 1 SMP. Sebenarnya masih banyak yang
ingin aku ceritakan di sini tentang masa masa tahun pertamaku di smp.