Sabtu, 22 April 2023

Mutiara

Pengabaianmu diluar kendaliku 

Namaku tidak pernah ada di dalam hatimu

Di daftar pencarianmu, namaku tak pernah ada disana

Cinta, rindu, sayang.. aku serahkan semua untukmu meski kau tak pernah menyadarinya
Di matamu aku ini hanya sebuah kerikil yang tidak menarik untuk sekedar kamu lihat

Maafkan semua ketidaksempurnaanku
Kaulah yang terlalu sempurna untukku
Mutiara bening tak akan terlihat di air yang jernih
Jika terus saja diabaikan
Bisa jadi mutiara bening itu akan jadi milik orang lain
Dan orang lain itu bukan kamu

Rabu, 29 Maret 2023

Things

Karena gue orangnya bodo amatan dalam segala hal yang menurut gue nggak penting. Gue nggak kepo sama hidup orang lain.

Dalam hidup, gue lebih mengutamakan basic manner. Bagi orang awam, mungkin beberapa dari mereka tidak mengerti apa itu basic manner.

22 tahun gue hidup, banyak karakter yang telah gue temui dari berbagai tempat. Gue lebih percaya pada seseorang yang menunjukkan basic manner daripada gue harus percaya pada penampilan seseorang.

Selasa, 28 Maret 2023

Simpang Tiga, Alam Semesta, Tulisan

Peralihan kalimat pada sebuah makna.


Berkendara seorang diri, kupandangi sisi kiri dan kanan secara bergantian, sebuah tembok dengan berbagai macam cover.

30 menit, tak terasa aku berada di depan dua jalan, belok kiri bukan jalan yang aku ingin untuk saat ini Kemudian jika aku memilih kanan lantas aku tidak ada alasan mengapa aku memilih jalan kanan daripada jalan kiri.

Tapi ini bukan soal simpang tiga.

Matahari tidak peduli seberapa terik dirinya. Bintang peduli pada aku yang kesepian.

Semakin jauh kita melihat di alam semesta,
semakin jauh pula kita melihat kembali ke masa lalu.

Lagi-lagi ini bukan soal masa lalu.

Sekarang lihatlah bintang? Bukankah dia terlalu jauh untuk digapai?

Matahari? Dia bahkan sudah ada jauh sebelum aku lahir.


Rabu, 08 Februari 2023

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

 "Kamu kira aku bakal terus-terusan ngejar kamu? Seperti yang kamu bilang kalau kamu cuma nganggap aku sebatas sahabat, jadi mulai sekarang aku akan batasi diri aku supaya bisa berhenti suka sama kamu." Mata Laura berkaca-kaca menatap reaksi Billy yang hanya terdiam seribu bahasa. Laki-laki itu ingin meraih tangan Laura tetapi segera di tepis.


"Kamu emang beneran nggak pernah suka sama aku, kan?! kalau kamu diam aja berarti iya." Langit semakin mendung dan sebentar lagi akan turun hujan. Laura mengambil tas selempangnya di kursi halte lalu bergegas menuju angkot yang berhenti tepat didepan mereka.

"Lau.." Billy ingin menahan Laura namun hatinya berat untuk melakukannya. Ia membiarkan perempuan itu pergi. Bersamaan dengan kepergian Laura dari hadapannya, hujan mulai mengguyur deras membuat Billy tak bisa bergerak kemana-mana.

Sebesar apapun rasa cinta Laura pada Billy ternyata selama bertahun-tahun ini hanyalah angin lewat yang keseringan lewat bagi Billy.

Perempuan memang ditakdirkan untuk dikejar bukan mengejar. Tak pernah sadar bahwa jika perempuan cintanya lebih besar daripada sang lelaki maka kemungkinan besar aku tak akan pernah mendapatkan cinta yang sama besarnya. Kalian harus baca ceritaku lebih banyak lagi selain disini.

Billy bukan laki-laki jahat. Dia justru super baik. Akulah yang terlalu menaruh ekspektasi tinggi pada Billy. Gadis pecicilan 4 tahun lalu mulai hari ni berakhir sudah misinya mengejar pangeran Billy.

Ku rasa waktuku.. bukankah sudah banyak diberi bonus. Bisa mengenal Billy adalah moment terbaik dalam hidupku.

Hey, Billy! It's Laura :D