Kamis, 26 September 2024

Nicola's World

Welcome to Nicola's World

Menjadi seseorang yang kuat mental dan mampu berdamai sama diri sendiri merupakan kondisi hidup ketika seseorang tersebut sudah terbiasa dengan badai. Layaknya bunga dandelion yang tidak pernah takut dan akan selalu bertumbuh dimanapun ia berada. 

Nicola adalah sosok gadis dewasa yang bertempat tinggal di sebuah kota besar bersama orang tuanya. Roti es krim adalah cemilan favoritenya setelah makan berat seperti nasi dan lauk pauk. Kebiasaan buruk Nicola sering bangun kesiangan dan ketinggalan sholat Shubuh. Dia pernah tidur dengan durasi terlamanya yaitu 12 jam. Menurut Nicola, ketika ia sedang tidak bisa mengatasi permasalahan hidup lebih baik tidur saja.

Jangan ditiru, tidur memang relax tapi terlalu banyak tidurpun juga gak baik.

Nicola punya banyak sekali teman. Belum pernah dalam hidupnya selama 21 tahun bermasalah dengan teman-temannya itu. Punya keluarga harmonis, teman yang baik, dan pendidikan yang lancar. Nicola sangat mensyukuri hal itu. Soal pacar, Nicola tidak terlalu tertarik pacaran tapi bukan berarti "nggak suka laki-laki". 

Kadang-kadang Nicola malas terlibat ke dalam dunia percintaan termasuk permainan hati yang dilakukan oleh cowok-cowok gabut, mereka yang tidak pernah serius mencintai. Itulah kenapa Nicola memilih lebih baik sendiri dulu daripada menghabiskan waktu bersama laki-laki yang tidak serius. Nicola yakin suatu hari ia akan bertemu cinta sejatinya. Seperti yang sudah tertulis di al-Qur'an bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, perempuan baik hanya untuk laki-laki yang baik.

Nicola punya sahabat yang terjalin baik sejak kecil dari TK bernama Ruby. Sempat berpisah jarak ketika SMP dan SMA karena berbeda sekolah juga Ruby pernah bersekolah di kampungnya. Setelah lulus SMA, Ruby kembali lagi ke kota dan kembali sering bertemu dengan Nicola setelah terpisah karena sekolah.

🌸🌸🌸

Semua itu ada masanya, tetapi setiap kejadian selalu ada sebab dan akibat. Jangan berhenti menjadi baik pada siapapun dan paling penting lagi sadar diri jangan berpura-pura baik apalagi memamfaatkan sahabatmu sendiri.

🌸🌸🌸

Kisah Nicola dan Ruby akan aku tulis di blog ini. Mungkin di beberapa chapter berikutnya.









Senin, 23 September 2024

Mahasiswa

Perkuliahan

Punya circle, jago public speaking, aktif organisasi, matching outfit, membangun branding student able on instagram, punya crush, pusing sama tugas bejibun, dll.

2019

Setelah gapyear satu tahun, aku memutuskan daftar kuliah di kampus Negeri. Aku pernah bilang di chapter tulisanku sebelumnya sebenarnya aku punya beasiswa kuliah di kampus swasta D3. Namun aku lebih memilih jalan sebagai mahasiswa S1. Manusia memang sulit ditebak, di beri jalan mudah malah memilih jalan yang kita engga tau itu mudah atau engga. Maksudku, kalo aku milih kalau aku milih kampus swasta itu, aku nggak perlu repot ikut tes ujian dan bayar uang spp selama kuliah.

Aku ikut tes ujian tertulis untuk menentukan aku lulus atau tidak di kampus yang ku pilih ini, ternyata Allah mengizinkanku dan akhirnya aku lolos, aku resmi menjadi mahasiswa kampus  Negeri yang ku inginkan.

Kurang lebih 4 tahun aku menjalankan kehidupanku sebagai mahasiswa. Jujur, mentalku di hajar habis2an selama menjadi mahasiswa. Hanya mereka yang mengalami saja yang mengerti bagaimana lika-liku mendapatkan gelar sarjana.

Kalau diceritakan secara lengkap dan detail mungkin tulisanku ini akan sangat panjang dan berchapter2 sesuai masalah yang ku alami apa saja.

***

Covid 19

Bukannya senang bisa kuliah dari rumah, justru aku stress sampai ingin berhenti dan lebih baik aku bekerja cari uang.

Ayahku sakit parah tapi bukan karena covid-19. Ekonomi keluargaku terombang ambing. Aku dan keluargaku berhasil melewati badai itu. Nggak mudah, aku sering nangis diam-diam, aku sempat kerja sambil kuliah, kadang-kadang aku muak sama tugas kuliah yang nggak ada henti-hentinya. Alhamdulillah ekonomi keluargaku mulai membaik lagi berkat doa dan usaha.

Teman ular

Circleku lumayan luas di kampus. Aku punya banyak circle, nggak cuma dilingkup satu prodi tapi aku juga punya circle di organisasi kesenian.

Aku lebih dekat dan banyak menghabiskan waktu sama circle yang satu prodi aja. Jujur, aku males banget nyeritain ini disini, karena ular yang nyakitin aku itu bener-bener bikin aku jengkel+sakit hati sampai mikir kayak, "Kok, bisa sih temen kek gitu jadi temenku? kita deket banget, kenapaa harus seberkhianat itu? kenapaaa?" 

Ya Allah, kalau memang aku pernah menyakiti siapapun aku minta maaf karena aku juga bukan manusia sempurna yang lepas dari kesalahan, tapi demi Allah aku ikhlas dan tulus berteman sama siapapun, tapi kenapa Allah uji hidupku lewat teman yang berkhianat dan diam-diam selalu iri sama hidupku bahkan mamfaatin aku. Aku sempat marah dan menyesali sama yang namanya takdir ini. Takdir, Allah mengujiku dengan pertemanan yang menyakitkan.

Sakit banget, andai aku bisa lihat masa depan siapa aja orang yang bakal nyakitin aku, pasti bakal aku hindarin sebisa mungkin. Ini baru dari pertemanan kuliah, masih ada ujian dari Allah lainnya yang bakalan aku ceritain disini. Aku nggak bermaksud membuka luka lama atau dendam. Aku cuma mengingat saja, kalau aku berhasil bertahan di momen menyakitkan itu.