"Kamu kira aku bakal terus-terusan ngejar kamu? Seperti yang kamu bilang kalau kamu cuma nganggap aku sebatas sahabat, jadi mulai sekarang aku akan batasi diri aku supaya bisa berhenti suka sama kamu." Mata Laura berkaca-kaca menatap reaksi Billy yang hanya terdiam seribu bahasa. Laki-laki itu ingin meraih tangan Laura tetapi segera di tepis.
"Kamu emang beneran nggak pernah suka sama aku, kan?! kalau kamu diam aja berarti iya." Langit semakin mendung dan sebentar lagi akan turun hujan. Laura mengambil tas selempangnya di kursi halte lalu bergegas menuju angkot yang berhenti tepat didepan mereka.
"Lau.." Billy ingin menahan Laura namun hatinya berat untuk melakukannya. Ia membiarkan perempuan itu pergi. Bersamaan dengan kepergian Laura dari hadapannya, hujan mulai mengguyur deras membuat Billy tak bisa bergerak kemana-mana.
Sebesar apapun rasa cinta Laura pada Billy ternyata selama bertahun-tahun ini hanyalah angin lewat yang keseringan lewat bagi Billy.
Perempuan memang ditakdirkan untuk dikejar bukan mengejar. Tak pernah sadar bahwa jika perempuan cintanya lebih besar daripada sang lelaki maka kemungkinan besar aku tak akan pernah mendapatkan cinta yang sama besarnya. Kalian harus baca ceritaku lebih banyak lagi selain disini.
Billy bukan laki-laki jahat. Dia justru super baik. Akulah yang terlalu menaruh ekspektasi tinggi pada Billy. Gadis pecicilan 4 tahun lalu mulai hari ni berakhir sudah misinya mengejar pangeran Billy.
Ku rasa waktuku.. bukankah sudah banyak diberi bonus. Bisa mengenal Billy adalah moment terbaik dalam hidupku.
Hey, Billy! It's Laura :D