Hujan-hujan gini, laper tapi gak mood keluar kamar, tengah malam dan pikiranku mulai melayang ke masa lalu. So, jadilah tulisan ini😁
Aku heran dan.... kok bisa ya? Biasanya kan anak-anak SMA kalau udah hampir di ujung perjalanan putih abu-abunya pasti mereka sibuk daftar SBMPTN atau SNMPTN. Atau akunya yang kurang memperhatikan waktu itu karena dikelasku adem ayem gak ada yang bahas soal itu. Tapi.. ya sudahlah dari pengamatanku waktu baru-baru lulus SMA cuma beberapa orang aja yang lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Aku punya geng waktu SMA, isinya ada 6 orang. Aku bilang "geng" karena kita sering berenam dari kelas 10. Entah kenapa pas udah kelas 12 aku merasa geng kami mulai berjarak gak kaya waktu tahun pertama dan kedua. Aku sih "ya udahlah."
Singkat cerita bersamaan dengan tahun terakhirku di SMA, waktu itu sedang hits banget film remaja SMA "Dilan 1990". Kala itu, aku pengen banget ada yang ajak aku nonton ke bioskop. Tapi gak ada yang ajak hahahahaa.
Di tahun itu juga aku mengalami yang namanya insecure+anxiety. Jujur ini aku simpen rapat-rapat tentang kondisiku dari temen-temenku.
Aku mendadak suka diam tanpa sebab, ngelamun, kadang suka awkward sendiri kalau lagi ngumpul. Mungkin ini kali ya makanya mereka jadi kaya menjauh gitu dari aku, sebenarnya bukan menjauh sih tapi lebih kaya "Ini si Fitri kenapa sih?"
Aku juga bingung, aku juga pernah di bully sama salah satu cowok dikelasku sampe nangis juga waktu itu. Mereka bilang dia bercanda tapi tetap aja konteksnya membully. Temen-temenku ingat gak ya soal ini?
Pernah juga aku mendadak gak mau ikut foto bareng sama temen-temenku yang aku bilang "kami selalu berenam" tadi. Mereka ajak aku foto bersama, kebetulan waktu itu pakai baju jurusan kalau tiap hari kamis, entah kenapa aku merasa insecure berat sama mereka.
Di kepalaku selalu lengket ama kalimat "Mereka cantik, sedangkan aku engga secantik dan sekeren mereka". Salah satu temenku marah gara-gara aku gak mau diajak foto. Aku yakin banget, mereka kala itu mikir kalo aku ini rese banget jadi orang.
Perasaan cemas dan insecure aku saat itu menjadikan diriku kayak "Ini bukan fitri".
Sedih banget sebenarnya, kok aku jadi gini ya?
Kembali lagi saat menjelang UN, aku mau berusaha menjadi diriku yang baru lagi. Aku mau mengembalikan "Fitri yang cerah" kaya waktu kelas 10 sama kelas 11.
Karena UN sebentar lagi aku harus melepas semua beban dipikiranku dan aku bongkar lagi lemari bukuku.
Inilah caraku mengembalikan diriku yang dulu, aku bertekad ingin keluar dari SMA dengan membawa kebanggaan untuk diriku sendiri.
Alhamdulillah, Allah kasih hadiah, aku mendapat nilai UN tertinggi urutan ke 5 waktu itu dan dapat beasiswa untuk lanjut kuliah ke salah satu kampus swasta dikotaku. Selain beasiswa kuliah, aku juga dapat apresiasi dari guruku sejumlah uang. Seneng banget hehe.
Jujur temen-temenku sampe gak percaya, termasuk aku.
Sejak hari itu, aku mulai melupakan segala insecurity dalam diriku.
Usai kelulusan, aku emang gak berniat dulu untuk lanjut kuliah. Ku pikir kan jadi mahasiswa itu fleksibel, kapan aja kita bisa mau lanjut kuliah. Jadinya aku kerja aja dulu cari uang setelah 12 tahun belajar di sekolah. Aku gap year satu tahun.