Kamis, 24 September 2020

MIDDLE SCHOOL : Aku Tidak Mengalaminya Lagi Tapi Orang Lain Yang Mengalaminya.

 

Namaku Naadhira Indri , aku  tinggal di sebuah kota yang terkenal dengan hutannya yang sangat banyak dan alami. Aku bukan orang yang pandai membuat karya tulis. Tapi hari ini aku memutuskan untuk menulis kisah masa mudaku di SMP. Awalnya aku ragu tapi gak papa lah sekaligus aku belajar menulis dengan menceritakan kembali  masa lalu hidupku. Aku berusaha sebisa mungkin untuk mengingatnya.

Juli 2012. umurku 11 tahun. Ini adalah tahun pertama ku masuk SMP, Aku tidak sabar dengan kehidupan baruku di SMP karena akan bertemu orang orang baru.

Sampai di hari pertamaku masuk sekolah. Aku merasa sangat canggung dan sedikit cemas. Aku takut tidak punya teman tapi semua itu hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan. Beberapa hari kemudian aku berkenalan dengan teman sebangku ku namanya Elina. Aku memanggilnya El, dia orang yang sangat ceria dan baik. Bisa di bilang kalau aku dengan Elina itu cocok atau yang  sering di sebut teman satu frekuensi hehe .

Beberapa hari kemudian hari hariku semakin berwarna. Aku sudah mulai mengenal teman teman sekelasku. Namun, aku tidak pernah berpikir hal ini sebelumnya bahwa di smp akan terjadi hal yang sama apa yang ku alami pada saat aku SD.  Jadi, waktu SD aku sering di bully teman temanku karena aku pendiam, penakut, penampilanku yang tidak rapi dan mataku sering kena bintitan. Hmm. Teman teman SD ku selalu mengira bahwa bintitan di sebabkan karena sering mengintip orang mandi.  Pokoknya saat SD aku sering kena bully, di jauhi, uang aku sering di ambil teman2 dan di kerjain juga. Tentu saja aku gak mau hal ini terjadi lagi di SMP. Bila ada waktu nanti aku ingin menulis juga kenangan ku waktu SD yang masih ku ingat.

Di kelasku ada seorang cewek namanya Lila, dia itu sering di ejek teman2 terutama anak cowok di kelas  yang paling sering membulynya ialah Evans. Evans itu aku perhatikan dia suka membuat onar di kelas seperti mengajak anak anak lagi di kelas untuk membully Lila juga. Aku agak sedih liatnya dan kadang pengen membela namun takut kalau aku akan ikut di bully juga . aku gak tau apa mungkin ini trauma atau aku hanya tidak ingin ikut campur dan masuk ke dalam masalah. Entahlah pada saat itu aku benar-benar merasa bimbang. Aku sering liat Lila di tendang, di dorong sampe jatuh, mejanya di tarik, dan ketika dia hendak duduk kursinya juga di tarik. Miris sekali , rasa kepeduliaan antar teman sekelas memang sangat kurang termasuk aku juga. Aku minta maaf. mungkin bila ada yang memulai yang pertama untuk membela Lila aku juga akan ikut membelanya.

“ Ra, aku gak tahan kalau aku jadi dia, mungkin aku dah ngadu sama mama aku bahkan aku mau pindah sekolah saja “ Kata Elina sambil makan gorengan dan liat Lila lagi di bully sama si evans dan teman2nya di depan papan tulis. Pada saat itu aku berkata dalam hati bahwa aku sangat ingin memberitahu Elina tentang aku saat SD bagaimana aku di bully juga waktu itu.

“ Iya, siapapun pasti merasa sangat tidak nyaman bila di bully, aku mungkin begitu juga gak bakalan sanggup tiap hari di bully “ aku menjawab dengan santai padahal perasaanku sangat tidak karuan.

Aku heran sama Lila, meskipun dia sering mendapat perlakuan jahat dari  Evans dan teman-temannya di kelas tapi dia masih terlihat  baik-baik saja. Lila masih terlihat ceria , tidak pernah sedikitpun aku melihatnya menangis. Kadang-kadang aku melihat Lila seperti menganggap itu candaan. Beda dengan aku yang cengeng suka ngadu sama mama dan ayah dirumah. Aku tahu, setiap orang berbeda-beda dalam cara dia menghadapi suatu hal seperti bullyan. Namun kita tidak pernah tau bagaimana Lila ketika dia sendiri, mungkin saja dia hancur dan berusaha terlihat baik-baik saja di depan semua orang.

Ya sudahlah, itulah kisah singkat tentangku ketika Kelas 1 SMP. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan di sini tentang masa masa tahun pertamaku di smp.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar